Bengkulu, 17 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen asesmen yang selaras dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional, tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai melalui Program PNBP FKIP Universitas Bengkulu di SD Negeri 41 Kota Bengkulu.
Kegiatan ini diketuai oleh Anugrah Agung, M.Pd., dengan anggota Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania, M.Pd. dan Miftahus Silmi Zohro, M.Pd., serta didukung oleh tim mahasiswa PGSD FKIP Universitas Bengkulu. Kegiatan mengusung tema “Pendampingan Penyusunan Instrumen E-Assessment Literasi Sains Berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi Guru Sekolah Dasar”.

Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh pendampingan dalam memahami konsep literasi sains serta karakteristik penyusunan instrumen asesmen yang mengacu pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pendampingan difokuskan pada penyusunan soal-soal yang tidak hanya mengukur penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan peserta didik dalam menganalisis, menalar, menginterpretasikan informasi, dan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Selain itu, guru juga dibimbing dalam menyusun e-assessment sehingga instrumen yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara digital. Pemanfaatan teknologi dalam proses asesmen diharapkan mampu meningkatkan efektivitas evaluasi pembelajaran, memberikan umpan balik yang lebih cepat, serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan guru-guru SD Negeri 41 Kota Bengkulu memiliki kompetensi yang lebih baik dalam mengembangkan instrumen e-assessment literasi sains berbasis TKA yang berkualitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Program Studi PGSD FKIP Universitas Bengkulu dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar melalui penguatan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah.

