Dosen PGSD Dampingi Guru SDN 37 Kota Bengkulu Kembangkan e-Modul Interaktif C-STEAM Berbasis Kearifan Lokal

Dosen PGSD Dampingi Guru SDN 37 Kota Bengkulu Kembangkan e-Modul Interaktif C-STEAM Berbasis Kearifan Lokal

Bengkulu, 16 Juli 2026 – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan bentuk kontribusi dosen PGSD dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekolah dasar melalui pemanfaatan teknologi digital yang inovatif dan kontekstual. Kegiatan dengan tema “Pendampingan Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan e-Modul Interaktif C-STEAM Berbasis Kearifan Lokal Bengkulu untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa” dilaksanakan pada 16 Juli 2026 di SD Negeri 37 Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama SD Negeri 37 Kota Bengkulu sebagai sekolah mitra. SD Negeri 37 Kota Bengkulu berlokasi di Jl. Rejamat, Kelurahan Pasar Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran menjadi semakin penting untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian guru masih mengandalkan buku paket sebagai sumber utama pembelajaran dan belum memanfaatkan bahan ajar digital berupa e-modul interaktif secara optimal. Pembelajaran juga masih perlu diperkuat agar memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Melalui kegiatan ini, guru mendapatkan pendampingan dalam merancang dan mengembangkan e-modul interaktif berbasis C-STEAM (Culture, Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang mengintegrasikan kearifan lokal Bengkulu. Integrasi budaya lokal diharapkan menjadikan pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah.

Pendampingan dilaksanakan melalui pendekatan observasional dan modeling yang meliputi empat fase, yaitu fase perhatian (attentional phase), fase retensi (retention phase), fase reproduksi (reproduction phase), dan fase motivasi (motivation phase). Melalui tahapan tersebut, guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktik dalam menghasilkan bahan ajar digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Kegiatan ini melibatkan dosen PGSD sebagai tim pelaksana, yaitu Miftahus Silmi Zohro, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, bersama Dr. Abdul Muktadir, M.Si. dan Atika Susanti, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu praktik baik PGSD dalam mendukung transformasi pembelajaran sekolah dasar, khususnya melalui sinergi antara teknologi, sains, kreativitas, matematika, dan budaya lokal Bengkulu. Dengan demikian, guru dapat semakin siap menciptakan pembelajaran inovatif yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tetap berakar pada budaya dan lingkungan sekitar.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *