
Yogyakarta, [19-23 Oktober 2026 ] – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Irfan Supriatna, M.Pd., memimpin tim pakar dalam kegiatan pra studi kelayakan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan tersebut meliputi visitasi dan business matching terhadap teknologi “MySIMOKA Smart Growth”, salah satu inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi tersebut.
Tim pakar yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini terdiri atas perwakilan dari Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menilai kesiapan sebuah inovasi sebelum dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan secara luas. Dalam kegiatan tersebut, tim pakar meninjau empat aspek utama, yaitu aspek teknis, pasar dan model bisnis, keuangan dan risiko, serta hukum dan regulasi. Peninjauan dilakukan secara langsung agar tim memperoleh gambaran menyeluruh tentang kesiapan produk, cara kerja sistem, hingga potensi penerapannya di tengah masyarakat.

Visitasi untuk Menilai Kesiapan Teknologi
Pada tahap visitasi, tim pakar melakukan pengamatan lapangan dan berdiskusi langsung dengan tim pengembang teknologi “MySIMOKA Smart Growth”. Pada aspek teknis, tim menelaah keunggulan dan kebaruan teknologi, tingkat kesiapan, serta keandalan sistem. Pada aspek pasar dan model bisnis, tim menilai peluang pasar, segmen pengguna, dan strategi pengembangan usaha. Selanjutnya, pada aspek keuangan dan risiko, tim mengkaji kebutuhan investasi, potensi pendapatan, serta kemungkinan risiko yang perlu diantisipasi. Adapun pada aspek hukum dan regulasi, tim memeriksa kelengkapan dokumen pendukung, termasuk perlindungan kekayaan intelektual dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Melalui visitasi ini, tim pakar memperoleh gambaran yang utuh tentang kekuatan dan tantangan yang dihadapi inovasi tersebut. Masukan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan agar teknologi ini semakin layak dikembangkan dan diterapkan.

Business Matching Membuka Peluang Kemitraan
Selain visitasi, kegiatan ini diisi dengan sesi business matching yang mempertemukan pengembang teknologi dengan calon mitra dari perusahaan di lingkungan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sesi ini menjadi ruang untuk menjajaki kebutuhan mitra, memetakan peluang kerja sama, serta merumuskan model kemitraan yang saling menguntungkan.
Keterlibatan mitra dari lingkungan Muhammadiyah di DIY dinilai strategis karena dapat membuka jalan bagi penerapan teknologi secara lebih nyata. Sesi tersebut diharapkan mempercepat proses hilirisasi, yakni upaya mengubah hasil riset dan inovasi perguruan tinggi menjadi produk atau layanan yang bermanfaat bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Peran Pakar dalam Pra Studi Kelayakan
Sebagai pimpinan tim pakar, Dr. Irfan Supriatna, M.Pd., bersama anggota tim dari UI dan UIKA mengkaji kelayakan teknologi dari keempat aspek tersebut. Hasil kajian ini akan menjadi dasar rekomendasi mengenai langkah pengembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan penyusunan studi kelayakan yang lebih mendalam.

Harapan ke Depan
Pihak UMY menyambut baik kehadiran tim pakar dari UNIB, UI, dan UIKA serta menilai masukan yang diberikan sangat berharga bagi pengembangan teknologi tersebut. Kolaborasi antarperguruan tinggi dan mitra perusahaan ini juga diharapkan memperkuat jejaring serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan teknologi “MySIMOKA Smart Growth” dapat berkembang menjadi inovasi yang siap dimanfaatkan secara luas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat
